Fakultas Teknik Universitas Saburai dan FIM PII, da DPW IASPRO Lampung Gelar Training of Trainer (ToT) Level 4 Calon Instruktur Jasa Konstruksi TA 2025 diikuti oleh Fakultas Teknik Univ. Saburai, Polinela, UML, Unila, Itera, UBL dan perwakilan dari Praktisi FIM PII, DPD Pertahkindo
Bandar Lampung — Fakultas Teknik Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) bekerja sama dengan Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) dan DPW Dewan Perwakilan Wilayah Ikatan Asesor Profesional Indonesia (DPW IASPRO) Provinsi Lampung, serta didukung oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang (BJKW II Palembang), menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Level 4 Calon Instruktur Pelatihan di Bidang Jasa Konstruksi Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa, 16 Desember hingga Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Hotel Arte Bandar Lampung. Program ToT ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan instruktur pelatihan di sektor jasa konstruksi yang kompeten, profesional, dan sesuai dengan standar nasional.
Kegiatan Training of Trainer (ToT) Level 4 ini bersifat gratis (tanpa dipungut biaya) dan sepenuhnya dibiayai oleh BJKW Wilayah II Palembang, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia jasa konstruksi, khususnya dalam menyiapkan tenaga instruktur yang tersertifikasi dan berdaya saing.
Acara secara resmi dibuka pada Selasa, 16 Desember 2025, oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Saburai, Ir. Fery Hendi Jaya, S.T., M.T., IPM., ASEAN., Eng. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik menekankan bahwa keberadaan instruktur yang kompeten merupakan kunci utama dalam menciptakan tenaga kerja konstruksi yang berkualitas, aman, dan profesional.
“Training of Trainer Level 4 ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan calon instruktur yang tidak hanya menguasai aspek teknis konstruksi, tetapi juga memiliki kemampuan pedagogik, asesmen, serta pemahaman yang kuat terhadap regulasi jasa konstruksi. Fakultas Teknik Universitas Saburai berkomitmen penuh mendukung kegiatan ini sebagai kontribusi nyata dalam pengembangan SDM konstruksi nasional,” ujar Ir. Fery Hendi Jaya.
Kegiatan ToT ini juga menghadirkan Master Asesor Level VI, Bapak Sulistiono, yang memberikan pembekalan dan arahan kepada para peserta terkait standar kompetensi instruktur, metodologi pelatihan berbasis kompetensi, teknik asesmen, serta peran strategis instruktur dalam sistem pelatihan dan sertifikasi jasa konstruksi di Indonesia.
Peserta Training of Trainer (ToT) Level 4 ini berjumlah 33 orang, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan unsur praktisi, antara lain Fakultas Teknik Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai), Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Bandar Lampung (UBL), Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) serta perwakilan praktisi dari DPD Pertahkindo. Keberagaman latar belakang peserta ini diharapkan dapat memperkuat jejaring instruktur serta memperluas dampak peningkatan kompetensi di sektor jasa konstruksi.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi inti yang mencakup kebijakan dan regulasi jasa konstruksi, konsep dan penerapan pelatihan berbasis kompetensi, penyusunan modul pelatihan, strategi penyampaian materi yang efektif, serta praktik asesmen dan evaluasi peserta pelatihan. Metode pembelajaran dilaksanakan secara interaktif melalui ceramah, diskusi kelompok, simulasi, dan praktik langsung guna memastikan kesiapan peserta sebagai calon instruktur.
Melalui penyelenggaraan Training of Trainer (ToT) Level 4 Calon Instruktur Jasa Konstruksi TA 2025 ini, diharapkan para peserta mampu menjadi instruktur pelatihan jasa konstruksi yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing, serta berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi, baik di tingkat regional Provinsi Lampung maupun secara nasional.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, pemerintah, dan dunia industri, dalam mendukung pembangunan sektor jasa konstruksi yang berkelanjutan dan berstandar tinggi.
