Pesisir Selatan – Mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) menggelar kegiatan paparan program kerja (progja) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kantor Wali Nagari Desa Duku, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Program Mahasiswa Berdampak yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan lingkungan dan pemberdayaan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan rencana pemasangan filter air sebagai solusi atas permasalahan kualitas air yang dihadapi masyarakat setempat. Paparan mencakup hasil survei awal kondisi sumber air, mekanisme kerja alat penyaringan, serta manfaat yang diharapkan, terutama dalam penyediaan air yang lebih bersih dan layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan program kerja pendukung yang terintegrasi dengan kegiatan tersebut, termasuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sumber air, perawatan filter, serta pemanfaatan teknologi sederhana untuk mendukung kesehatan lingkungan.

Keterlibatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam kegiatan ini menjadi poin penting, mengingat peran perempuan sangat strategis dalam pengelolaan kebutuhan air rumah tangga. Diskusi berlangsung interaktif, di mana anggota KWT memberikan masukan terkait kondisi lapangan, kebutuhan masyarakat, serta kesiapan dalam mendukung keberlanjutan program.
Pihak nagari menyambut baik kegiatan ini dan berharap program yang dirancang mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Duku. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah nagari, dan kelompok masyarakat diharapkan mampu menciptakan solusi berkelanjutan yang tidak hanya menyelesaikan permasalahan air, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan lingkungan.
Melalui kegiatan paparan ini, Mahasiswa Universitas Saburai kembali menunjukkan perannya sebagai agen perubahan sosial yang hadir langsung di tengah masyarakat, membawa inovasi sekaligus semangat kolaborasi demi kesejahteraan bersama.
